15 Tips Mengatur Duit dari Raditya Dika

Raditya Dika adalah seorang blogger, penulis, yang kini dikenal sebagai komedian dan pernah menjadi juri Stand Up Comedy. Ia juga seorang pencerita di Social Media, buku, film layar lebar, maupun di kanal Youtube miliknya.

Selain itu, Raditya Dika ternyata pernah kuliah finance di Universitas Adelaide University. Jadi, ia sangat paham bagaimana mengatur keuangan agar kita terbebas dari beragam persoalan finansial. Melalui chanel Youtubenya, Raditya Dika pernah membagikan 15 tips mengatur duit sebagai berikut:

 1. Beli Barang Buat Diri Sendiri, Bukan untuk Orang Lain

Tak sedikit orang yang membeli barang, terutama dalam era Media Sosial (Medsos) sekarang ini, itu membeli barang untuk orang lain. Mereka berharap orang lain akan impress dan memvalidasi dirinya.

Mereka membeli barang agar bisa dipamerin di Medsos, atau agar diterima oleh sirkel pertemanannya. Sayangnya, banyak yang akhirnya menjadi terbebani dan merugi secara finansial akibat membeli barang karena orang lain.

Jadi, saran dari Bang Raditya Dika, belilah barang untuk diri sendiri, jangan untuk orang lain. Belilah barang karena kamu happy kalau punya barang tersebut. Belilah barang karena kamu butuh barang itu.

Sebab, bila kamu beli barang agar orang lain kagum sama kamu, respect dan hormat sama kamu, maka itu adalah cara yang salah untuk membeli barang. Kamu akan menjadi orang yang boros, sebab keputusanmu membeli barang karena orang lain, bukan karena kamu butuh.

2. Waktu adalah Teman Terbaik untuk Investasi

Bang Raditya Dika menganjurkan agar kita untuk berinvestasi sedini mungkin. Penting banget, katanya. Dia mengetahui hal ini saat masih kuliah di Universitas Adelaide.

Bang Radit juga menceritakan, saat pertama mendapatkan royalti pertamanya atas buku Kambing Jantan di tahun 2005, ia langsung buru-buru menabungnya untuk dana pensiun selepas dipakai untuk mentraktir keluarganya. Selang bertahun-tahun berlalu, uang tabungan tersebut terus tumbuh dan bisa membantu Bang Raditya untuk pensiun dini.

Jadi, semakin lama kamu berinvestasi, maka semakin besar hasil akhirnya nanti.

3. Meningkatkan Pemasukan, Menekan Pengeluaran

Ini adalah nasihat lama dan simpel. Kita harus mengerem pengeluaran agar lebih sedikit dari jumlah pemasukan kita. Nah caranya ada dua; Kamu meningkatkan uang yang masuk, atau menekan uang yang keluar. 

Namun masalahnya, nasihat simpel ini kadang sulit dilakukan sebab orang tidak punya mindset keuangan pribadi yang sehat. Mereka juga tidak terlatih untuk memiliki kebiasaan finansial yang sehat.

4. Tidak Berhutang dan Tidak Mau Dihutangi

Tips nomor 4 ini adalah prinsip pribadi bang Raditya yang telah ia jaga sejak awal bekerja. Menurutnya, tidak semua orang bisa melakukan tips ini sebab ada keterbatasan-keterbatasan tertentu.

Bang Radit juga berbagi cerita, saat ia membeli mobil maka hal yang ia pikirkan adalah bagaimana membeli mobil yang tidak terlalu mahal, yang penting bisa membeli tanpa ngutang. Jika belum mampu beli, maka yang harus dilakukan adalah bekerja sebanyak-banyaknya, menabung lagi, berinvestasi lagi agar bisa membeli mobil impian.

Kalau pun terpaksa berhutang, Bang Raditya menyarankan agar berhutang pada asset yang nilainya terus tumbuh. Hal ini masih bisa dikompromikan. Namun, kalau berhutang untuk mobil sebaiknya dihindari sebab nilai mobil terus menyusut setiap tahunnya.

Sebaliknya, Bang Radit juga tidak mau meminjami duit kepada orang lain atau temennya. Ketika ada yang menemuinya dan mau meminjam uang, ia justru menawarkan pekerjaan supaya temannya tidak perlu utang padanya.

Mengapa demikian? Bang Raditya beralasan bahwa banyak pertemanan yang rusak gara-gara hutang dan uang. Dia gak mau ada utang-utangan di antara pertemanan.

5. Bayar Sesuatu Secara Cash, Jangan Debit atau Kredit

Bang Raditya menyarankan agar membayar sesuatu secara cash, sebisa mungkin. Prinsip inilah yang sudah mulai ia lakukan saat awal-awal berkarir. Mengapa?

Sebab ada sebuah riset yang menyebut bahwa rasa sakit yang ditimbulkan dari membayar dengan uang cash itu lebih tinggi daripada memakai katu kredit. Jadi, kamu lebih sulit untuk merelakan uang ketika membayar sesuatu secara cash, dibandingkan kartu kredit. Hal ini membuat kamu tidak boros.

Bang Raditya menyarankan, sebisa mungkin jangan pernah sampai terjebak sama hutang kartu kredit.

6. Cari Penghasilan Tambahan

Kebanyakan nasihat atau tips-tips personal finance mengajarkan untuk supaya berhemat dan berhemat, namun sangat jarang sekali yang membicarakan soal menambah penghasilan.

Seperti poin sebelumnya, rumus finance yang sehat adalah bagaimana uang yang keluar harus lebih sedikit daripada uang yang masuk. Ketika kamu sudah berusaha mengecilkan pengeluaran, maka sekarang giliran bagaimana caranya meningkatkan penghasilan. 

Hal yang perlu dipahami bahwa gaji itu tidak sama dengan penghasilan. Jadi, cara meningkatka penghasilan itu tidak selalu dengan menaikkan gaji. Penghasilan itu tidak melulu komponen gaji.

Kamu bisa meningkatkan penghasilan dengan membuka online shop, menjadi tutor, mengajar orang bikin sesuatu, membuat e-book terus dijual, membuat chanel Youtube dan dapat iklan darisana, dan hal lain sebagainya tergantung dari bidang apa yang kamu kuasai.

7. Pelajari Instrumen-Instrumen Investasi yang Berhubungan dengan Tujuan Finansialmu

Misalnya, bila tujuan investasimu adalah untuk pensiun dini, maka kamu bisa memilih instrumen saham. Mengapa sebab vilatilitas saham itu sangat kencang naik turunnya ketika jangka pendek, namun kalau secara tahunan di atas lima tahun hingga 10 tahun, volatilitas saham tidak akan terlalu terasa.

Begitu pula ketika hendak membeli sesuatu, bisa juga memilih investasi jangka pendek, namun dengan risiko cukup tinggi.

8. Semakin Banyak Penghasilan Bukan Berarti Semakin Banyak Pengeluaran

Semakin tinggi pendapatan, semakin tinggi gaya hidup seseorang. Itulah hal yang sering terjadi pada orang-orang.

Bang Raditya sering melihat temen-temenya di dunia entertainment yang masih muda kaget melihat uang yang sangat banyak. Hal yang terjadi kemudian adalah pengeluarannya justru semakin banyak. Mereka mungkin beranggapan bahwa duit bisa dicari lagi. Mereka pun membeli apa saja yang selama ini ingin mereka miliki. Bang Raditya selalu mencoba untuk menghindari hal semacam itu sejak muda.

Dengan tetap menahan diri untuk tidak boros saat memiliki penghasilan tinggi, Bang Raditya bisa mencapai tabungan pensiunnya di waktu muda. Dia mengaku bahwa pengeluarannya sangat sedikit.

Buat Bang Raditya, meningkatnya penghasilan berarti meningkatnya kemungkinan untuk berinvestasi. Bukan bisa foya-foya lebih banyak.

9. Punya Budget Pribadi

Budgeting penting supaya pengeluaran per-bulan tercatat dan bisa diatur. Dengan cara ini, kamu bisa merencanakan dan mengevaluasi keuangan secara tepat.

Bang Raditya selalu mengalokasikan minimal sepuluh persen dari penghasilannya untuk berinvestasi. Bahkan ia pernaj mengalokasikan investasi sebesar 70 persen dari penghasilannya. Investasi itu ditujukan untuk bermacam-macam kebutuhan, mulai dari pendidikan anak, buat ganti mobil lima tahun kedepan dan lain sebagainya.

10. Belilah Pengalaman, Bukan Beli Barang Agar Bahagia

Ada hasil riset yang menyebut bahwa dengan membeli pengalaman, kebahagiaan kamu akan lebih banyak ketimbang membeli barang.

Bang Raditya mencontohkan membeli pengalaman dengan cara mengajak makan bersama dengan keluarganya. Ia mengeluarkan uang untuk membeli pengalaman makan bersama keluarga. Menurutnya, hal itu jauh lebih membahagiakan dibandingkan membeli sebuah barang.

Mulanya, Bang Raditya juga meragukan hasil riset yang ia baca tersebut. Masak sih? Bukankah barang itu lebih awet sedangkan membeli pengalaman seperti liburan misalnya itu kan hanya sekali lewat sudah selesai, begitu saja. Namun tidak. Rupanya kebahagiaan yang timbul dari pengalaman itu membekas. Bahkan lebih membekas kebahagiaannya ketimbang membeli barang. Hal itulah yang ia rasakan sendiri.

Ternyata, berlibur bareng atau makan bareng keluarga dan sejenisnya itu kebahagiaannya berbeda daripada membeli barang untuk dinikmati diri sendiri.

11. Ketika Membeli Barang, Hitung Cost Per-Use

Misalnya, ketika kamu membeli ikat pinggang seharga satu juta namun hanya bisa dipakai selama satu dan habis itu rusak, maka lebih baik beli ikat pinggang yang berkualitas dan mewah sekalian, misalnya seharga 10 juta, tapi bisa dipakai lima belas tahun. Inilah keputusan Bang Raditya ketika membeli barang mewah atau berkualitas.

Bang Raditya sendiri punya koleksi jam tangan mahal. Ia membelinya karena jam tersebut bisa dipakai seumur hidup, bahkan bisa ia wariskan kepada anak-anaknya.

12. Jangan Berbelanja Bareng Teman, Usahakan Sendirian Saja

Memang mungkin teman kamu berniat baik, merekomendasikan barang ini dan itu, lalu mengatakan bila kamu cocok bila memilikinya. Padahal, kamu tidak benar-benar membutuhkan barang tersebut. Akhirnya, kamu jadi mengeluarkan duit begitu banyak karena saran-saran dari teman kamu.

13. Tertib Bayar Pajak dan Donasi.

Salah satu kewajiban kita sebagai warga negara adalah membayar pajak. Bayar pajak itu penting sebab uang pajak digunakan untuk membangun infrastruktur, subsidi bahan bakar, jaminan kesehatan, dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Jangan sampai telat bayar pajak, sebab nanti harus bayar denda. Jangan sampai punya penghasilan semakin besar tapi malah tidak membayar pajak.

Begitu pula dengan donasi. Menurut Bang Raditya, memberikan donasi atau duit kepada orang yang lebih membutuhkan itu membuatnya mendapat kebahagiaan yang lain. Ada happiness level yang beda saat kita memberi donasi. Kebahagiaan ini tidak diperoleh ketika beli barang atau pengalaman.

14. Bangun Kebiasaan Finansial yang Sehat

Hubunganmu dengan uang adalah soal kebiasaan. Ketika kamu sejak kecil sudah terbiasa boros, memang agak susah untuk mengubah kebiasaan tersebut ketika kamu sudah dewasa.

Sebab itu, membangun kebiasaan finansial yang sehat memerlukan komitmen dan fokus. Jangan dikit-dikit langsung belanja ketika tidak bahagia. Ubahlah menjadi kebiasaan baru seperti meditasi atau ngobrol sama teman.

Bangun kebiasaan finansial yang sehat, bagaimana pun caranya. Ketika habit buruk finansialmu sudah berubah, maka kehidupanmu akan jauh lebih baik dan fokuslah menjalaninya.

15. Temukan Pasangan Hidup yang Memiliki Perilaku Finansial yang Sehat

Nah selanjutnya adalah temukan pasangan yang memiliki perilaku keuangan yang sehat. Ini sangat penting sekali. Jangan sampai kamu sudah punya habit finansial yang sehat tapi pasanganmu tidak.

Ketika kamu menikah atau punya pacar, sangat tidak sehat nantinya jika selalu berantem perkara duit dan lain-lainnya. Problem financial menjadi sumber konflik yang lumayan besar dalam rumah tangga. Bahkan ada hasil riset yang menyebut bahwa hampir 80 persen pertengkaran rumah tangga itu dikarenakan duit.

Punya pasangan yang memiliki kebiasaan finanasial sehat adalah fondasi penting dalam berkeluarga. Sebab itu, komunikasikan sejak awal apa sikapmu terhadap uang kepada calon pasanganmu nanti.

Diskusikan secara terbuka, ketika punya uang mau dibuat apa, pengeluaran buat apa saja, ketika tiba-tiba dapat duit banyak mau diapain dan lain sebagainya.

Pulang Rumah
Pulang Rumah Blog ini dikelola oleh Alif Syuhada

Posting Komentar untuk "15 Tips Mengatur Duit dari Raditya Dika"