Selain hard skill (keterampilan), seseorang harus menguasai soft skill. Apa itu soft skill?
Soft skill atau keterampilan halus bisa dipahami sebagai kemampuan seseorang dari dalam dirinya untuk mempengaruhi orang lain. Nah, dalam dunia jualan, soft skill itu menentukan tingkat kesuksesan seorang sales. Bahkan, soft skill itu nomor satu, sedangkan pengetahuan teknis (technical knowledge) itu nomor kesekian.
Hasil riset menunjukkan bahwa attitude itu 89 persen mempengaruhi kesuksesan penjualan. Sedangkan 11 persen sisanya adalah pengaruh teknis seperti pemahaman tentang product knowledge atau ketrampilan teknis lainnya.
Orang yang pintar tapi memiliki sikap yang buruk maka barang dagangannya bakal sulit terjual. Sebaliknya, orang yang biasa-biasa saja tapi perilakunya bagus, justru lebih sering closing dalam penjualan. Seorang yang memiliki hubungan bagus dengan costumer-nya akan mudah menjual dan mendapatkan pelanggan.
Hal yang sama juga berlaku pada seorang leader perusahaan atau lembaga. Seorang pemimpin yang memiliki etika baik, punya kemampuan komunikasi dan kecerdasan emosi yang oke, maka perusahaannya bisa sukses. Produknya akan sering dan lebih banyak terjual. Itulah pentingnya soft skill dalam kesuksesan.
Nah, lalu apa saja soft skill yang perlu dikuasai? Berikut ini ada 7 (tujuh) soft skill yang dibutuhkan seorang pedagang sukses, sebagai berikut:
1. Rapport
Rapport adalah kemampuan membangun relasi dengan cepat, membangun rasa percaya secara natural, serta menunjukkan ketulusan dalam menjalin hubungan baik.
Rapport adalah soft skill penting, sebab rejeki anda sangat bergantung pada relasi sosial yang sehat. Rejeki anda itu diberikan Tuhan melalui tangan orang lain. Maka, jika anda tak mampu membangun relasi yang baik dengan orang, otomatis rekeki anda akan terhambat.
Lalu pertanyaannya, apakah anda tulus saat berjualan? Ketika anda tulus, orang akan mengenal kita dan merasa nyaman saat ngobrol dengan kita. Hal ini berbeda jika mengobrol dengan orang yang nampak punya kepentingan, hanya pengen closing penjualannya, sudah pasti orang akan merasa tidak nyaman. Merasa hanya dimanfaatkan. Pasti malah susah closing-nya.
Begitu pula ketika anda malas berjualan, nggak suka berjualan dan merasa tidak happy dengan aktiftas tersebut, maka konsumen pun bisa merasakannya. Orang jadi tidak suka berhubungan dengan anda.
Jadi ingat, syarat pertama anda harus memiliki ketulusan hati saat berjualan supaya konsumen betah merasakan energi positif dari anda.
2. Manajemen Ekspektasi
Manajemen ekspektasi adalah kemampuan anda dalam memberikan arahan dalam prospek supaya apa yang dijual & apa yang dipresentasikan itu terasa profesional.
Istilah gampangnya, anda harus jujur dengan jasa atau produk yang anda jual. Jangan melebih-lebihkan atau menutup-nutupi kekurangan. Jelas secara profesional agar konsumen tidak merasa tertipu.
Jangan memberikan ekspektasi terlalu tinggi dan janji-janji surga. Ditanya “bisa begini” dijawab “bisa”, ditanya “bisa begitu?” dijawab “bisa” dan semua serba bisa. Membujuk konsumen dengan ekspektasi yang tidak realistis membuat anda tampak tidak profesional. Orang lama-lama jadi tidak percaya pada anda.
Anda harus bisa setting ekspektasi dengan tepat. Jelaskan, ini yang bisa kita kerjakan, kualitas kita seperti ini. Lalu, ketika klien terlalu tinggi menilai masalah dan ekspektasinya, anda bisa menjelaskan dan menawaran produk yang pas dan lebih terjangkau biayanya. Jangan mengeksploitasi ketidaktahuan konsumen.
Bila anda tidak bisa memanaje ekspektasi konsumen dengan baik, maka konsumen akan merasa dibohongi. Anda dianggap orang yang tidak betul-betul tulus, tidak bisa dipercaya. Anda harus ngomong apa adanya.
3. Berempati
Empati adalah kemampuan mengenal motivasi orang, atau mengenal hot button prospect. Mengenal motivasi orang bisa diperoleh dari banyak cara, seperti mengobrol, raut wajah, atau besar dan kecilnya suatu perusahaan.
Perusahaan yang sudah besar sekali biasanya tidak masalah dengan biaya, nggak ada masalah dengan uang. Mereka biasanya lebih mementingkan dapat penghargaan atau dapat sertifikasi. Maka, kita sebagai penyedia jasa dan produk harus membantu perusahaan tersebut untuk mendapatkan penghargaan atau sertifikat. Sebab penghargaan adalah motivasi besarnya.
Jika kita mengenal hot button prospect seseorang, maka kita akan menjadi orang pertama yang dipertimbangkan.
4. Mengantisipasi Kebutuhan
Antisipasi adalah kemampuan sangat penting. Antisipasi adalah kemampuan anda menunjukkan value.
Anda harus paham, apa sih yang dicari orang dari kamu atau perusahaanmu. Anda harus bisa memprediksi kebutuhan orang lain. Oh dari costumer ini kita bisa antisipasi kebutuha ini, dan ini nilai yang bisa kita berikan kepadanya. Oh dia yang nyari low cost, nyari yang ramah lingkungan, nyari yang water base misalnya, maka kita harus bisa menyediakannya. Ini namanya mengantisipasi kebutuhan.
Jadi, ketika anda mengobrol dengan costumer, anda harus mengungkap, mengungkap, dan discovery kebutuan mereka. Jika sudah terlatih, anda akan langsung mengerti, oh ternyata dia butuh ini, butuh ini juga, oh juga butuh ini dan seterusnya. Dengan demikian, anda bisa terus-menerus menjual barang atau jasa yang dibutuhkan oleh costumer. Anda bisa closing secara terus menerus.
5. Attraction
Atraction adalah kemampuan untuk menampilkan diri sebagai orang yang bisa dipercaya, baik dari cara bicara, cara berpenampilan, cara menyampaikan pendapat, cara berpikir, maupun status media sosial (Medsos) anda. Bila Medos anda dipenuhi dengan status positif, ada pengetahuan dan nilai baik yang disampaikan, maka konsumen akan betah dekat-dekat dengan anda.
Seorang sales yang profesional itu tidak menjual perusahaannya, namun menjual dirinya, person pribadinya. Sebab itu, anda harus banyak berinvestasi pada otak, baca buku agar selalu nyambung ketika diajak mengobrol. Anda harus berinvestasi pada penampilan supaya anda terlihat menarik, enak dilihat, dan wangi ketika diajak ngobrol. Jadi, jangan sampai anda berpenampilan lusuh dan bau matahari, tapi mau jual jasa atau produk yang mahal harganya. Orang tidak tertarik.
Ingat, anda adalah muka perusahaan. Bila anda tidak berpenampilan menarik, anda sedang membuat perusahaan anda jadi tidak menarik.
6. Flexibilitas
Fleksibilitas adalah kemampuan untuk membaca situasi dan mengubah sikap atau perilaku. Anda harus melatih diri menjadi fleksibel, membuat orang yang tadinya komplain menjadi closing. Anda harus bisa mengubah kelemahan menjadi kekuatan. Membuat orang yang tadinya keberatan menjadi pemakluman.
Seorang penjual harus memiliki kemampuan untuk discovering. Seorang sales yang bagus tidak langsung menawarkan produknya, namun terlebih dulu menggali informasi, lalu mengungkap kebutuhan costumer. Mirip kerja seorang detektif. Anda harus menggali, discover semuanya. Sebab itu, anda harus memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.
7. Encapsulation
Encapsulation adalah kemampuan untuk membuat sesuatu yang kompleks menjadi sederhana untuk diomongkan. Gampang dipahami. Anda perlu memahami latar belakang costumer anda dan menggunakan bahasa yang familiar dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Anda perlu menyederhanakan informasi yang rumit dan abstrak. Biasanya, orang akan lebih mudah memahami sesuatu bila menggunakan metode storytelling dalam presentasi. Efektifitasnya bisa mencapai 63 persen.
Costumer lebih suka mendengarkan cerita dibandingkan membaca data-data atau penjelasan teknis. Sebab itu, bila anda ingin menjadi seorang penjual yang sukses, anda harus bisa bercerita, harus tau caranya bercerita. Tapi, ceritakan hal-hal yang berkaitan dengan produk anda, jangan cerita hal-hal yang lain.
Posting Komentar untuk "7 Soft Skill yang Wajib Dikuasai agar Sukses Berjualan"